Mengapa Audit?

By Infinite Audit - October 06, 2020

 

source: thomsonreuters.com

Tidak perlu menunggu sampai bagian penutup tulisan ini untuk menemukan jawabannya. Saya akan langsung memberikannya sekarang: sebab setiap yang mempunyai tujuan membutuhkan audit.

 

Secara text book, audit adalah penilaian sistematis dan objektif mengenai operasi/aktivitas guna menjamin tercapainya tujuan (dengan efektif, efisien, ekonomis, taat peraturan disertai amannya aset dan laporan pertanggungjawaban yang akurat). Audit memiliki beragam jenis seperti audit keuangan, audit kinerja, dan audit dengan tujuan tertentu. Lalu mengapa audit memegang peran vital dalam pencapaian tujuan?

 

Ketika kita menetapkan sebuah tujuan, akan selalu terdapat hambatan. Tentu terdapat juga usaha yang kita lakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut bukan? Saran dari seseorang yang memiliki pengetahuan yang memadai juga diperlukan sebagai masukan untuk mempermudah kita meraih tujuan. Seperti itulah juga audit. Ketika sebuah organisasi ingin mencapai tujuannya: ada risiko, ada aktivitas untuk mengatasi risiko, serta ada audit sebagai pendapat profesional untuk memastikan bahwa perusahaan akan mencapai tujuannya dengan lebih…. (promise me you’ll fill the blank with some positive words, okay? Hihi).

 

Misalnya, saya ingin pergi ke hatimu rumah teman saya. Akan ada hambatan seperti kehujanan, nyasar, dan macet. Saya melakukan tindakan agar tetap sampai ke tujuan dengan efektif—salah satunya dengan berangkat lebih cepat. Ketika saya tersesat dan tak tahu arah jalan pulang *nyanyi, saya bisa menelepon teman yang sudah pernah ke sana untuk menanyakan arah yang harus ditempuh. Hambatan-hambatan di atas dapat diumpamakan hal-hal yang membuat organisasi tidak mencapai tujuannya/mencapai tetapi dengan tidak efektif, efisien, ekonomis, taat aturan, dll. Sedangkan teman yang memberi tahu kita jalan layaknya auditor bagi organisasi.

 

Dalam kehidupan pribadi pun, kita senantiasa melakukan aktivitas audit mandiri misal dengan menulis resolusi, berjanji untuk meraih sesuatu dengan mengabaikan godaan di luar sana, dan mengevaluasi diri secara periodik. Tanpa disadari, kita sering melakukan aktivitas audit agar kita dapat meraih cita-cita kita. See? Audit isn’t that so-far-away thing :)

 

Nah misalnya lagi nih, di jalan ke rumah teman itu ban motor kita bocor *it's not a drama. Stay calm and don’t cry. Tanpa ban, kita bukanlah butiran debu.* Kita harus segera menemui tukang tambal ban yang tepercaya. Maksudnya, untuk mendapat penyelesaian dari masalah ban ini tentunya kita memilih tukang tambal yang baik. Seperti kita mencari tukang tambal yang baik, institusi juga membutuhkan auditor yang terpercaya untuk membantu pencapaian tujuan.

So, what kind of auditors do companies need? Yang jelas harus mempunyai integritas dan kompetensi. But those are not really enough. Auditor harus punya keinginan dan kesungguhan untuk melakukan usaha terbaiknya bagi organisasi. Mengapa sebuah organisasi mau diaudit jika sang pemeriksa tidak bersungguh-sungguh menggunakan pengetahuan dan usaha terbaik untuk memperbaiki? Karenanya, tetaplah simpan dalam hati bahwa ketika suatu saat kita menjadi auditor, kita harus menjadi auditor yang bekerja keras untuk menyediakan manfaat sebanyak-banyaknya bagi organisasi.

 

Jadi sudah jelas kan kalau setiap tujuan memiliki hambatan dan auditor akan membantu kita mencapai tujuan tersebut? Oh ya, sampai bertemu lagi di posting selanjutnya.

 

                                                                                                                        Infinitely yours,

 

                                                                                                                        Infinite Audit

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar